Rabu, 22 Februari 2012

Technopreuneurship


Apa yang ada pikiran kalian ketika mendengar kata “entrepreneur”? Sukses? Kaya raya? Mungkin hal-hal seperti itulah yang menjadi tujuan dari seseorang ketika memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur.  Tapi sayangnya, terkadang bayang-bayang tersebut terlalu menyenangkan untuk diimpikan, namun ketika mulai memikirkan apa yang harus ditempuh untuk meraihnya, tidak sedikit orang meragu dan terhenti.  Ya, itulah yang terkadang seringkali menjadi penghambat bagi seseorang dalam mengambil keputusan untuk memulai suatu bisnis.  Dan, jika dilihat dari permasalahan secara umum, yang menjadi faktor utama dalam menghambat kita untuk mengambil langkah “start” adalah… modal.
                Kita tahu bahwa dalam membuat atau melakukan suatu bisnis, kita memiliki bauran pemasaran yang harus diperhatikan, karena hal tersebutlah yang menjadi pondasi utama dalam memanajemen bisnis.  Sedangkan dalam menentukan bauran pemasaran tersebut (yang meliputi dasar 4P: product, price, place, dan promotion) diperlukan budget untuk mendukungnya.  Dan dari keempat komponen itu, komponen place (distribusi dan lokasi) serta promotion dapat dikatakan memerlukan budget yang cukup besar.  Padahal, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, faktor modal sering menjadi penghambat, karena tidak semua orang memiliki modal besar ketika ia memutuskan untuk menjadi pebisnis.  Sehingga pada akhirnya, dua komponen ini menjadi penghambat “semangat berbisnis” kita. Tapi apakah dengan begitu, itu artinya kita tidak bisa memenuhi kedua faktor tersebut  jika tidak memiliki modal besar? Apakah kita harus menunggu hingga modal kita besar, baru kita bisa menyebarluaskan penjualan produk kita? Belum tentu, karena saat ini, pesatnya perkembangan teknologi telah memberi banyak kemudahan bagi kita, termasuk dalam hal berbisnis.
                Internet, siapa sih yang tidak mengenalnya? Hampir seluruh masyarakat di dunia mengenal atau, paling tidak, pernah mendengar internet.  Ya, salah satu bentuk perkembangan teknologi ini mampu memberikan akses yang cepat dan luas bagi kita, agar dapat menjangkau hubungan secara global.  Dan manfaat itu “dilirik” oleh orang-orang bidang entrepreneurship sebagai suatu peluang bisnis baru.  Mereka mampu menjadikan internet sebagai solusi bagi hambatan yang ditimbulkan dua komponen tadi, yaitu place dan promotion.
                Jika kita lihat dari tujuan place dan promotion sendiri, pada dasarnya, kedua komponen tersebut merupakan komponen yang dapat menciptakan hubungan antara bisnis dengan pasarnya, sehingga terciptalah suatu penjualan dan pembelian.  Dan, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, internet memungkinkan kita dapat menjangkau hubungan secara global dengan cepat.  See! Bukankah dari hal tersebut terlihat jelas kesinambungan antara manfaat internet dengan tujuan komponen place dan promotion? Dan hal tersebut telah diaplikasikan oleh banyak pebisnis, sehingga saat ini sering kita dengar istilah “bisnis online”.
                Sebagai contoh, yaitu situs eBay yang memungkinkan kita untuk membeli barang yang kita butuhkan atau inginkan hanya dengan mengakses internet, melihat katalog digital, memutuskan membeli, dan melakukan pembayaran via transfer.  Begitu juga dengan KASKUS yaitu situs lokal yang juga sering dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk menjual maupun membeli suatu produk.  Ini artinya, pebisnis menjadi tidak perlu memiliki tempat untuk bisa berinteraksi dengan calon pembelinya, agar tercipta hubungan jual-beli, bukan? Sehingga ini berarti pula, permasalahan distribusi dan lokasi (yaitu komponen place) telah dapat teratasi.  Pebisnis tidak perlu memikirkan lagi betapa besarnya biaya yang harus disediakan untuk membeli atau menyewa tempat yang strategis, karena internet yang dapat diakses secara mobile dan murah dapat menjadi  pengganti “tempat” tersebut.
                Selain itu, karena jangkauan internet yang luas dan cepat, dapat memudahkan pebisnis untuk mempromosikan produknya agar dapat diketahui, diperhatikan, hingga dibeli oleh pangsa pasar.  Dan manfaat ini terlihat jelas pada bisnis online melalui media sosial seperti Twitter atau Facebook.  Hanya dengan meng-upload­ gambar produk kita, dan men-tag gambar tersebut dengan kontak-kontak yang kita miliki di media sosial, secara otomatis penyebaran informasi atas produk telah kita lakukan dalam waktu yang singkat dan biaya yang sangat amat minimal.  Ini artinya, komponen promotion juga telah bisa kita atasi (lagi-lagi) karena internet, bukan?
                Nah, jika dua komponen yang paling sulit dipenuhi saja dapat kita atasi, apalagi komponen-komponen lainnya.  Yang kita butuhkan selanjutnya hanyalah kemauan dan keberanian.  Jadi, masih ada alasankah bagi kita untuk tidak mau atau tidak berani memulai bisnis? Hmm… seharusnya sih tidak, karena dengan perkembangan segala aspek, terutama teknologi, yang terjadi saat ini, telah tercipta kolaborasi baru antara dua bidang, yaitu teknologi (technology) dan kewirausahaan (entrepreneurship), menjadi sebuah “Technopreneurship”.  Dan hal tersebut pun semakin membenarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kita bisa “Being an Entrepreneur by a Click”. Setuju?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar